Rabu, 04 November 2009

MELATIH NYALI SEJAK DINI

KeraNGka PasCa INSIDEN

PUsing,..deh,INDONESIA...


Hmm,..aku cedih deh..cekalang-cekalang ini aku ga bica liat pilm kaltun kesukaan ku,..coalnya ayah cama bunda liat belita telus.kalo aku mahacicwa cih aku mau demo ja ke meleka, tapi aku cuma bica demo nanis ja kalo lapel ato auc. kata ayah belitanya lagi celu-celu, kata mamah indonecia-nya lagi lame. aku cih penacalan tapi pas aku liat belitanya telnyata ga da celu-celunya palagi lame.coalnya, aku ga liat ada gambal lobot atau dolaemon apalagi gambal cpongbob.. olang yang ada cuma gambal pejabat lagi di wawancala doang koq, teyus ma gambal poloci lagi nomong.ih,..bete ahh,..(kalo kata tante dewiq ma om ipank),..indonecia yang banyak macalah eh,..balita kaya aku juga kena getahnya,..ih,..kalo aku tau ajah dimana lumahnya om CUPELMEN,..aku pacti mau mampil teyus mau minta toyong buat belecin macalah di indonecia,..tapi cayang aku ga tau..
aduh,..teyus aku mecti gimana??Pyuh...PUCING...DEH INDONECIA..

SENYUM TABAH Sang Pahlawan


tidak mudah, tuk bekerja sebagai seorang penjaga kampus. perlu rasa tanggung jawab dan ketelitian yang tinggi untuk dapat dikatakan sebagai penjaga kampus. tanpa mereka, kampus yang kita gunakan setiap harinya untuk mengunduh ilmu dari para dosen dan sebagai ajang pembentukan karakter tentunya tak akan nyaman digunakan jika tanpa peran serta mereka. bayangkan saja bila kampus tak memiliki pejuang seperti mereka,mungkin keadaan kampus tak akan se-aman dan efisien. mereka begitu telaten ,mengawasi keselamatan segala infrastruktur dan fasilitas kampus serta tak segan melayani para mahasiswa dan para tenaga staff untuk membantu pekerjaannya. menjaga keamanan barang-barang milik penghuni kampus dari sebelum fajar hingga langit berubah hitam kelam. jasamu memang tak kan terbalas,..oleh karenanya,..cobalah belajar tuk buatnya tersenyum ikhlas agar ia tetap setia dan tabah dalam mengemban tugas berat di pundaknya.

Benteng Melawan Terik


jika panas yang terik ini begitu menyilaukan mata ku yang mulai rapuh,..
aku hanya dapat melinduginya dengan hal terbaik yang saat itu ku miliki,..
tak peduli nyaman ataupun tidak,..
yang pasti, aku masih mampu menapaki jalan terjal dihadapku
dengan niat tulus ikhlas pada-MU
karena tugasku adalah mengunduh rizki yang telah kau persiapkan untukku,..
dan menggugurkan kewajiban sekaligus ibadahku
sebagai pencari nafkah keluarga...
kuatkan langkahku,..meski pandanganku terhalang cahaya terik-MU...