mungkin tidak banyak yang menyadari akan keadaan Indonesia yang "sangat tertinggal",..semua mengira bangsa ini tengah mengalami kepesatan dalam "difusi inovasi" yang asal muasalnya dari bangsa lain. misalnya saja dalam teknologi pendukung media komunikasi. perangkat yang mendukung sistem kerja media ini di Indonesia baru berkembang beberapa tahun silam, padahal sudah di negara yang menciptakannya teknologi tersebut sudah dianggap ketinggalan jaman. saat ini negara Hi-Tech yang sangat diperhitungkan oleh dunia adalah Jepang. setelah sukses dengan pasar sepeda motor,jepang kini mulai rutin merambah ke dunia teknologi komunikasi, telepon genggam (Handphone) misalnya.
sebagai catatan hanya untuk mengingatkan, jepang merupakan salah satu negara yang sangat kecil dan sedikit penduduk. lalu, mengapa mereka demikian cepatnya untuk menciptakan suatu inovasi baru dalam teknologi, termasuk teknologi telekomunikasi. bisa di lihat sekarang, dulu orang hanya akan membeli dan menggunakan produk yang sudah biasa mereka beli dan dengan tingkat loyalitas yang cukup tinggi karena kualitas yang diberikan. namun, sekarang tidak sedikit orang yang awalnya sangat setia pada satu brand produk kini beralih kepada produk keluaran negara sakura itu. mungkin sebelumnya, mereka hanya memperhitungkan kualitas tapi kini justru cenderung pada fitur-fitur menarik namun dengan harga yang tak terlalu menguras isi kocek. jika dibandingkan dengan produk yang biasa digunakan, fitur yang ditawarkan akan jauh berbeda. Jepang mensiasati pasar dengan menambahkan fitur-fitur unggulan yang tak dimiliki oleh produk kompetitor, namun tetap dengan kualitas yang lumayan walaupun tidak sebaik produk kompetitor. apalagi dengan harga yang tidak terlalu "wah", orang-orang akan lebih mudah tertarik dengan jaminan bisa meningkatkan rasa percaya diri dan kepuasan dalam menggunakan sebuah layanan produk.
kemudian,..apakah Indonesia akan tetap menjadi peng "COPY-PASTE" karya negara-negara itu???apakah sudah punah orang-orang yang berfikir luas tentang inovasi-inovasi langka tersebut???lalu,..apakah sudah nasib kita hanya bisa berperan sebagai "Konsumen atau Pelanggan".....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar